Rabu, 28 Desember 2016

Tanpa Permisi

Biarkan ramai-ramai itu.
Mereka hanya tertawa dan melawak semampu mereka.
Biarkan hujan jatuh.
Mereka hanya ingin membuat tanah
Basah dengan rindu – rindu yang dibawa
Karena jarak antara langit dan bumi begitu gelap.

Sesekali kau cium aku dengan gemas.
Sesekali kau goda aku dengan meremas.
Pelukan jatuh sering, tanpa harus meminta.
Sampai aku terengah – engah di tengah – tengah.

Bercumbu dengan malu – malu, kita.
Tanpa sadar kita hanya berselimut kelambu.
Suara selokan yang akrab dengan pulang, mereka saksi
Cinta telah datang.
Rindu enggan lenyap, meski senyap.

Aku menyukai ini.
Maaf, bila esok kau akan aku sayangi, tanpa permisi.

Maaf kelak rindu kembali dengan bertubi-tubi.

About me

Pages

recent posts

Pinterest

Flickr Images

Like us on Facebook