Biarkan
ramai-ramai itu.
Mereka
hanya tertawa dan melawak semampu mereka.
Biarkan
hujan jatuh.
Mereka
hanya ingin membuat tanah
Basah
dengan rindu – rindu yang dibawa
Karena
jarak antara langit dan bumi begitu gelap.
Sesekali
kau cium aku dengan gemas.
Sesekali
kau goda aku dengan meremas.
Pelukan
jatuh sering, tanpa harus meminta.
Sampai
aku terengah – engah di tengah – tengah.
Bercumbu
dengan malu – malu, kita.
Tanpa
sadar kita hanya berselimut kelambu.
Suara
selokan yang akrab dengan pulang, mereka saksi
Cinta
telah datang.
Rindu
enggan lenyap, meski senyap.
Aku
menyukai ini.
Maaf,
bila esok kau akan aku sayangi, tanpa permisi.
Maaf
kelak rindu kembali dengan bertubi-tubi.